Tampilkan postingan dengan label A. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A. Tampilkan semua postingan

AERRANE (G)

Produsen
Kalbe Farma

Komposisi
Isoflurane (tiap mL mengandung isoflurane 99,9%)

Indikasi
Anastesi inhalasi umum.
Keuntungan anestesi dengan isofluran antara lain irama jantung stabil dan tidak terangsang oleh adrenalin endogen maupun eksogen. Bangun dari anestesia cepat yang menguntungkan untuk operasi rawat jalan . Pemakaian terhambat oleh harga yang mahal.

Dosis
Induksi anastesi : Konsentrasi awal 0,5%
Anastesi bedah : 1.3-3.0% selama 7-10 menit
Mempertahankan anastesi selama pembedahan 1.0-2.5 % dengan pemberian simultan N20 dan O2 bila diperlukan dengan oksigen murni : konsentrasi Aerranne dapat diberikan 1.5 - 3.5%

Overdosis
Bila terjadi overdosis, segera hentikan pemberian obat. Pastikan jalan nafas bersih dan intak, berikan oksigen.

Pemberian obat
Inhalasi

Kontraindikasi
Disposisi genetik terhadap hipertermia maligma
Riwayat hipertermia
Dengan disfungsi hati, ikterik
Demam yang tak dapat dijelaskan,
Lekositosis  dan eosinofilia terjadi setelah pemberian anestetik halogen
Operasi obstetri

Perhatian
Monitor pernafasan secara  ketat.
Pengulangan anestesi dalam periode waktu yang singkat, Miestenia gravis
Dapat bereaksi dengan absorben CO2 menghasilkan karbon monoksida yang dapat menyebabkan peningkatan kadar karboksihemoglobin pada beberapa pasien.

Efek Samping
Hipotensi arterial, peningkatan denyut jantung, gangguan serius ritme vertikular, depresi nafas, gangguan fungsi hati, ikterus dan kerusakan hati.
Menggigil, mual, muntah setelah sadar, hipertemia meligna, ruam, iritasi pada membran mukosa

Interaksi Obat
MAOI non selektif, α dan β simpatomimetik, menghambat kerja β-bloker.
Meningkatkan efek hepatotoksik dengan INH.
Peningkatkan risiko aritmia, ventrikuar dengan epinefrin. Simpatomimetik tidak langsung
Meningkatkan efek obat pelemah otot non deplorizing
Analgetik morfin dan antagonis Ca

Kemasan
Inhalan : 100% x 250 ml x 1

Kategori Kehamilan
B

Kategori ATC

Info Tambahan
AERRANE adalah obat yang mengandung isoflurane merupakan agen anestesi inhalasi umum yang tidak mudah terbakar dan meledak. Isoflurane merupakan senyawa ether terhalogenasi yang bersama dengan enflurane dan halothane, menggantikan posisi ether sebagai obat anestesi inhalasi, oleh karena  sifat ether yang mudah meledak.
obat-anestesi-aerrane-by-obatdokter.com

Senyawa kimia isoflurane adalah 1-chloro-2,2,2-trifluoroethyl difluoromethyl ether (C3H2ClF5O) Titik didih 58,5, koefisien partisi darah/gas 1,4, MAC 1,15%.
senyawa-kimia-aerrane-isoflurane-adalah-obat-anestesi-inhalasi

Isoflurane memiliki sifat yakni cairan yang stabil, jernih, tidak berwarna dan tidak mengandung stabilizer dan zat additive lainnya.

AERRANE menginduksi anestesi dengan cepat namun dapat juga dengan cepat di rekoveri. Menimbulkan dilatasi bronkhus sehingga baik untuk kasus-kasus penyakit paru obstruktif menahun dan asma bronkhial. Obat ini merupakan depresan sistem pernafasan yang dalam, baik tidal volume dan laju pernafasan menurun selama pemberian obat ini.
Depresi nafas dapat berkurang bila ada rangsang dari proses pembedahan, meski pada tahap anestesi yang terdalam.

AERRANE juga dapat menurunkan tekanan darah (dengan cara menurunkan resistensi perifer), namun efeknya lebih ringan dibandingkan enfluran dan halothan. Efek terhadap sistem kardiovaskular ini dapat berkurang bila ada rangsang dari proses pembedahan.

Pada sistem saraf pusat, AERRANE tidak menimbulkan perubahan pada pembacaan EEG seperti gambaran epileptiform, yang merupakan predisposisi kemungkinan terjadinya kejang pada stadium dalam anestesia. Aliran darah otak dan tekanan intra kranial tidak dipengaruhi sehingga aman digunakan untuk bedah saraf.

Isoflurane dimetabolisme di hepar secara minimal sehingga risiko hepatotoksik dan nefrotoksiknya rendah.

Saat ini penggunaan isoflurane pada manusia makin berkurang, digantikan oleh sevoflurane, desflurane dan anestesi injeksi seperti propofol. Namun penggunaanya masih intensif pada anestesi kedokteran hewan.

AVAXIM 80/AVAXIM 160 (G)

Produsen Sanofi Pasteur
Komposisi Virus hepatitis A inaktif
Indikasi Avaxim 80 : pencegahan infeksi virus hepatitis A pada anak 2-15 tahun.
Avaxim 160 : pencegahan infeksi virus hepatitis A pada anak > 15 tahun
Dosis 0.5 ml/ inj IM. Vaksinasi primer : 1 dosis vaksin diikuti suntikan booster 6 bulan kemudian
Pemberian obat Injeksi intramuskular
Kontraindikasi Tidak dianjurkan digunakan pada anak berusia kurang dari 12 bulan
Demam
Penyakit akut
Penyakit progresif kronik
Penggunaan secara IV atau intradermal
Perhatian Hipersensitif terhadap neomisin
Penyakit hati.
Hamil
Laktasi 
Efek Samping Setidaknya dilaporkan ada 1% kasus mengalami efek samping, namun bisa diatasi. Efek samping yang mungkin ditemukan :
Nyeri setempat disertai kemerahan.
Demam.
Rasa lelah,
Sakit kepala,
Nyeri sendi,
Gangguan GI
Interaksi Obat Obat yg mengandung formaldehida
Acetaminophen
Belimumab
Warfarin
Fingolimod
Terapi immunosuppressive(obat yang digunakan untuk kanker, transplantasi atau pada kondisi-kondisi terkait sistem imun) :
  • azathioprine
  • corticosteroids (e.g., budesonide, dexamethasone, hydrocortisone, fluticasone, prednisone)
  • cyclosporine
  • hydroxyurea
  • infliximab
  • obat kemoterapi (carboplatin, cyclophosphamide, doxorubicin, ifosfamide, vincristine)
  • mycophenolate
  • rituximab
  • tacrolimus
Kemasan Pre-filled syringe avaxim 80 80 u/0.5 ml x 1
Pre-filled syringe avaxim 160 160 iu/0.5 ml x 1
Kategori Kehamilan Tidak ada data yang adekuat untuk menilai keamanan vaksin ini terhadap wanita hamil. Sebaiknya tidak dilakukan vaksinasi hepatitis A pada wanita yang sedang hamil kecuali dalam keadaan perlu dan telah dilakukan pertimbangan untung ruginya terlebih dahulu.
Kategori ATC J07BC02 - hepatitis A, inactivated, whole virus 
Info Tambahan Avaxim merupakan Vaksin Hepatitis A yang merupakan vaksin untuk mencegah terjadinya infeksi hepatitis A. Vaksin ini mengandung virus hepatitis A inaktif yang tidak mampu menimbulkan penyakit, namun menstimulsi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap hepatitis A.
vaksin-avaxim-vaksin-hepatitis-A

Proteksi terhadap infeksi hepatitis A didapatkan satu bulan pasca injeksi dengan vaksin ini. Hampir 100% penerima vaksin akan memiliki kadar antibodi diatas 20mIU/ml. Data serologik memperlihatkan efek perlindungan terhadap hepatitis A berlangsung hingga 36 bulan pasca injeksi pertama, bila penerima merespon baik. Perlindungan yang didapatkan pasca injeksi kedua (booster) dikatakan bisa lebih dari 10 tahun.

Hepatitis A merupakan infeksi serius pada hati yang ditularkan paling sering melalui makanan atau air yang tercemar virus hepatitis A. Virus hepatitis A ini, banyak ditemukan di daerah yang tidak memiliki sanitasi  dan pembuangan air yang baik.

ActHIB Vaksin (G)

Produsen Sanofi Pasteur
Komposisi Polisakarida dari Haemophilus Influenzae tipe B yang juga berkonjugasi dengan protein tetanus
Indikasi Mencegah meningitis, pneumonia karena H. Influenzae tipe B pada bayi usia min 2 bulan
Dosis Bayi < 6 bulan :  3x inj dengan interval 2 bulan diikuti booster 12 bulan sesudah pemberian dosis ke-3
Bayi  6-12 bulan : 2x inj dengan interval 2 bulan diikuti booster 12 bulan sesudah pemberian dosis ke-2.
Anak 1-5 tahun : 1x injeksi tunggal
Pemberian obat Injeksi intramuskular pada paha atau lengan atas pada anak yang lebih besar.
Kontraindikasi Hipersensitif terhadap protein tetanus.

Seseorang  yang pernah terkena reaksi alergi berat pasca pemberian vaksin HIB sebelumnya, tidak boleh mendapat vaksin HIB lagi.

Mereka yang pernah terkena sakit sedang pasca mendapat vaksin HIB, harus menunggu sampai benar-benar pulih untuk mendapat dosis lanjutan.

Vaksin Hib jangan diberikan pada bayi berusia kurang 6 minggu.

Bila diberikan kombinasi dengan vaksin difteri, jangan diberikan pada anak di bawah usia 15 bulan.

Perhatian Beritahu petugas bila anda : hamil , menyusui, menderita demam atau penyakit akut, penyakit infeksi, gangguan perdarahan, riwayat menderita Guiilain-Barre syndrome, sistem imun melemah (akibat cancer, HIV, limfoma, leukimia, radiasi),dan riwayat vaksinasi sebelumnya.

Sebelum menggunakan vaksin ini, beritahu petugas kesehatan bila anak anda memiliki alergi baik terhadap bahan vaksin ini maupun vaksin lainnya. Selain zat aktif, vaksin ini mengandung beberapa zat inaktif (seperti latex) yang dapat menyebabkan reaksi alergi.

Pada pasien dengan Hodgkin’s disease, harus mendapat vaksin ini 10-14 hari sebelum memulai terapi atau menanti kurang lebih 3 bulan setelah kemoterapi dihentikan.
Efek Samping Sebagian besar orang yang mendapat vaksin HIB tidak mendapat masalah. Bila ada, reaksi yang terjadi cukup ringan dan lokal seperti : eritema, pembengkakan, sakit pada daerah suntikan. Efek samping ini jarang dan terjadi segera setelah injeksi dan berakhir dalam 2-3 hari.

Efek samping yang lebih jarang : demam, sakit kepala, malaise, iritabilitas, kejang, sianosis pada tubuh bagian bawah, eritema multiforme.

Bila terjadi alergi (kurang 1 kasus diantara 1 juta dosis pemberian) akan terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam pasca injeksi. Sama seperti obat lainnya, bila terjadi reaksi alergi dapat saja membahayakan jiwa bila tidak segera ditangani.
Interaksi Obat Beberapa produk obat yang dapat berinteraksi dengan vaksin ACT-HIB seperti : warfarin, heparin, kortikosteroid (hidrokortison, prednisone), obat kemoterapi, obat yang menurunkan sistem imun (siklosporin, tacrolimus)
Vaksin ini juga dapat berinteraksi dengan tes laboratorium, menyebabkan hasil pembacaan lab yang salah.
Kemasan 10 mcg/0.5 ml x 1 dosis
Kategori Kehamilan C
Kategori ATC J07AG51 - Hemophilus influenzae B, purified antigen conjugated
Info Tambahan ActHIB  merupakan sebuah vaksin konjugasi Haemophilus b ( konjugasi dengan komponen protein inaktif difteri, meningococcal, atau Tetanus Toxoid ) diproduksi oleh Sanofi Pasteur SA. Vaksin ini berupa bubuk steril terlipolisasi yang dilarutkan dalam salin (0.4% NaCl) atau Tripedia. Melekatkan rantai polisakarida Haemophilus b dengan protein carier, meningkatkan kemampuan sistem imun anak kecil untuk mengenal bakteri ini dan memproduksi antibodi yang adekuat.

Meskipun merupakan konjugasi dengan protein difteri, meningococal ataupun toxoid tetanus,  ActHIB tidak menggantikan vaksinasi reguler dari masing- masing bakteri tersebut.
acthib-vaksin-antihemofilus-influenzae-b
Vaksin HIB membantu melindungi anak dan bayi dari bahaya infeksi Haemophilus influenzae tipe B (Hib) dengan memicu tubuh membentuk antibodi terhadap hib. Hib adalah infeksi bakterial yang dapat menyebabkan penyakit serius seperti infeksi otak (meningitis), epiglotitis, pericarditis, artritits septik dan pneumonia. Meningitis yang berat dapat menyebabkan kematian atau kecacatan seeprti tuli, buta, retardasi mental dan epilepsi. Anak berusia kurang dari 5 tahun, rawan terkena penyakit ini dan vaksinasi merupakan pencegahan terbaik terhadap infeksi yang membutuhkan perawatan seumur hidup.

Seorang anak dapat terinfeksi Hib saat bermain dengan anak lain atau orang dewasa yang membawa bakteri ini dan tidak mengetahui dirinya pembawa kuman.  Kuman akan menyebar dari satu individu ke individu lainnya. Bila kuman melekat di hidung atau tenggorokan anak, mungkin anak tidak akan kelihatan sakit. Namun bila kuman masuk lebih jauh hingga ke paru dan menembus pembuluh darah, maka ia akan dapat menyebabkan infeksi yang serius. Kondisi ini disebut infeksi Hib invasif.

Sebelum ditemukannya vaksin Hib, penyakit Hib invasif merupakan penyebab utama meningitis pada anak usia dibawah 5 tahun. Di Amerika, 20.000 anak menderita Hib tiap tahunnya dengan 3-6 persen diantaranya berakhir dengan kematian. Setelah ada vaksin ini, penyakit Hib invasif segera menurun drastis hingga 99%. Pada umur diatas 5 tahun dan dewasa, vaksin ini jarang diberikan.

Vaksin ACT-HIB diberikan secara intramuskular oleh petugas kesehatan terlatih biasanya pada paha atau lengan atas. Injeksi diberikan secara berseri disertai booster, agar memberikan perlindungan maksimal.

Vaksin HIB dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin lain seperti difteri, tetanus, pertussis, hepatitis dan polio.

AERIUS (G)

Produsen Schering-Plough
Komposisi Desloratadine
Indikasi Obat  AERIUS mengandung desloratadine yang berkhasiat meringankan gejala nasal dan non nasal dari rinitis alergi (musiman dan perenial) yakni gejala inflamasi pada saluran hidung akibat reaksi alergi. Gejala rinitis meliputi bersin-bersin, hidung kemerahan dan beringus, mata kemerahan dan berair. Aerius juga bermanfaat meringankan gejala terkait urtikaria seperti mengurangi gatal (pruritus) dan mengurangi jumlah serta besarnya lesi pada pasien urtikaria idiopatik.
obat-aerius-desloratadine-antihistamin

Desloratadine merupakan antihistamin H1 selektif yang berfungsi sebagai inverse-agonis (bekerja pada reseptor yang sama namun efek yang berlawanan) terhadap reseptor histamin H1. Desloratadin juga merupakan antagonis terhadap semua reseptor muskarinik asetilkolin.

Desloratadin memiliki efek yang berlangsung panjang dengan dosis yang rendah sampai sedang. Obat ini hanya menghambat aktivitas perifer dan tidak berefek pada sistem saraf pusat karena tidak menembus sawar darah otak sehingga tidak menyebabkan kantuk.
Dosis
  • Dewasa dan anak ≥12 tahun 5 mg 1x/ hari 
  • Anak 6-11 tahun1 sdt (2.5 mg) 1x/hari 
  • Anak 1-5 tahun 1/2 sdt (1.25 mg) 1x/hari
Over Dosis Jika terjadi overdosis gejala yang mungkin muncul adalah denyut jantung yang meningkat. Segara hentikan konsumsi obat dan hubungi petugas kesehatan terdekat, bila gejala overdosis muncul.
Pemberian obat
  • Per oral sebelum/sesudah makan
  • Obat diminum utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan
Kontraindikasi Kontraindikasi pada pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap desloratadin ataupun loratadin
Perhatian Hamil dan laktasi tidak direkomendasikan
Efek Samping
  • Efek samping bervariasi dan tidak semua pasien akan mengalami bahkan ada yang tidak merasakan efek samping sama sekali.
  • Efek samping yang mungkin muncul : Faringitis, mulut kering, mialgia, somnolen, dismenore, fatigue, gangguan saluran cerna.
Interaksi Obat
  • Amiodarone; meningkatnya risiko irama jantung yang cepat ataupun ireguler.
  • Antihistamin lain (seperti difenhidramin), azythromycin, simetidin, eritromisin, fluoxetine atau ketokonazole oleh karena dapat meningkatkan risiko efek samping dari desloratadin.
Kemasan
  • Tablet salut selaput 5 mg x 30 
  • Sirup 0.5 mg/ml x 60 ml
Kategori Kehamilan C
Kategori ATC R06AX27 - desloratadine
Info Tambahan AERIUS adalah obat golongan antihistamin yang mengandung zat aktif desloratadine. Nama kimia desloratadine adalah : 8-chloro-6,11-dihydro-11-(4-piperdinylidene)- 5H-benzo[5,6]cyclohepta[1,2-b]pyridine
obat-aerius-desloratadine-antihistamin

Dewasa dan remaja (12 tahun keatas) minum satu tablet 5 mg per hari. Usia 6-11 tahun 2,5 mg satu sendok teh satu kali perhari. Dan usia 1-5 tahun, minum 1,25 mg atau setengah sendok teh satu kali perhari.

Sediaan tablet dapat diminum dengan air, dengan atau tanpa makanan. Jangka waktu terapi tergantung dari tipe alergi yang anda alami yang ditentukan oleh dokter.

Misalnya pada rinitis alergi, dokter akan menentukan terlebih dahulu tipe rinitis alergi anda. Bila tipenya intermitten (munculnya gejala alergi kurang dari 4 hari dalam seminggu dan kurang dari 4 minggu), dokter akan merekomendasikan jadwal minum obat berdasarkan riwayat dari penyakit tersebut. Bila tipe rinitis yang persisten lebih dari 4 minggu, dokter akan merekomendasikan perawatan yang lebih lama.

Untuk urtikaria, durasi terapi bervariasi dari pasien satu ke lainnya. Jika dosis terlewatkan, segera konsumsi saat ingat dan seteIahnya kembali pada jadwal minum obat reguler. Namun jangan meminum obat dalam jumlah dua kali lipat untuk menebus jadwal yang terlewat.

ACTILYSE (G)

Produsen Boehringer Ingelhim
Komposisi Alteplase - suatu Recombinant tissue type plasminogen activator (aktivator plasminogen jenis jaringan rekombinan)
Indikasi Actilyse mengandung alteplase sebagai bahan utama. Alteplase  merupakan obat yang tergolong agen trombolitik yang bekerja dengan cara menguraikan bekuan darah yang ada dalam pembuluh darah. Bekuan darah ini dapat menyebabkan kurangnya suplai oksigen ke jaringan dan menyebabkan nekrosis yang berujung pada morbiditas dan bahkan kematian.
obat-actylise-mengandung-alteplase-sebuah-fibrinolitik-dan-trombolitik

Actilyse digunakan sebagai terapi pada sejumlah kondisi penyakit yang dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah di dalam pembuluh darah seperti :
  • Serangan jantung (infark miokard), emboli paru , stroke akibat sumbatan dalam arteri otak (stroke iskemik akut). 
  • Pada infark miokard akut. 
  • Emboli pulmonal (sumbatan dalam arteri paru) masif akut dengan hemodinamik yang tidak stabil. 
  • Stroke iskemik akut (sumbatan arteri otak)
Dosis Infark miokard
  • Oleh karena actilyse dalam dosis utuh 150 mg pada penderita infark miokard akut dapat menyebabkan  efek samping perdarahan intrakranial, maka pemberian yang tepat adalah dengan cara infus terakselerasi bertahap.  
  • Pasien dengan BB > 65 kg Dosis yang dianjurkan adalah maksimal 100 mg dengan dosis awal 15 mg (bolus intravena), dilanjutkan 50 mg infus intravena selama 30 menit pertama, lalu kemudian 35 mg selama 60 menit berikutnya (dosis maksimal tercapai).  
  • Pasien dengan BB < 65 kg Dosis yang dianjurkan adalah maksimal 50 mg dengan dosis awal 15 mg (bolus Intravena) dilanjutkan infus intravena 0.75 mg/kg BB selama 30 menit berikutnya (dosis jangan melebihi 50 mg), lalu kemudian 0.5 mg/kg secara infus intravena selama 60 menit (jangan melebihi 35 mg). 
  • Rejimen terapi infus 3 jam :  Dosis yang dianjurkan 100 mg dimulai 10 mg sebagai bolus IV, kemudian 50 mg infus IV selama 1 jam pertama, diikuti 10 mg selama 30 menit sampai dosis maksimal 100 mg tercapai selama 3 jam (maksimal 1,5 mg/kgBB). Pada pasien dengan berat badan <65 kg, dosis yang digunakan 1,25 mg/kg BB diberikan selama 3 jam.  
Emboli paru
  • Dosis yang direkomendasikan adalah 100 mg diberikan secara intravena selama 2 jam. Cara pemberian 10 mg sebagai bolus IV selama 1-2 menit, lalu 90 mg sebagai infus IV selama 2 jam. 
  • Pada pasien dengan BB < 65 kg Maksimal dosis : 1.5 mg/kgBB. 
  • Bila di penghujung atau beberapa saat setelah terapi ditemukan partial thromboplastin time (ptt) ataupun thrombin time (tt) meningkat 2 kali nilai normal, maka  terapi dengan heparin (bila perlu) dapat dilakukan. 
Stroke iskemik akut
  • Dosis yang dianjurkan 0.9 mg/kg BB (dosis total tidak boleh lebih dari 90 mg) secara infus intravena selama 60 menit dengan 10% dosis total diberikan sbg bolus IV awal. Terapi mulai diberikan secepatnya dalam waktu 3 jam sejak timbulnya gejala. 
  • Oleh karena belum ada  penelitian mengenai keamanan dan kemanjuran obat ini bila diberi bersamaan dengan asetil salisilat dan atau heparin da;am 24 jam pertama sejak gejala muncul, maka pemberian obat-obat tersebut jangan dilakukan hingga 24 jam pasca terapi dengan actilyse selesai. Namun bila terpaksa harus menggunakan heparin juga, maka dosis heparin jangan lebih dari 10.000 IU/hari secara subkutan. 
  • Actilyse tidak dianjurkan sebagai terapi pada pasien stroke iskemik akut anak dan berusia >80 tahun
Over Dosis Pada kondisi overdosis, dapat terjadi penurunan kadar fibrinogen dan komponen pembekuan lainnya yang signifikan secara klinis. Pemberian actylise harus segera dihentikan. Pada sebagian besar kasus, setelah penghentian obat, faktor-faktor pembekuan tersebut dapat beregenerasi kembali secara fisiologis. Namun, bila terjadi perdarahan, direkomendasikan pemberian infus fresh frozen plasma ataupun fresh blood, dan jika perlu dapat diberikan juga antifibrinolitik sintetik.
Pemberian obat Pemberian hanya melalui intravena
Kontraindikasi
  • Diastesis hemoragik; perdarahan intrakranial termasuk perdarahan subaraknoid
  • Mendapat terapi antikoagulan oral
  • Mendapat tindakan bedah mayor atau trauma yang signifikan dalam 3 bulan terakhir
  • Menderita stroke atau kerusakan sistem saraf pusat lainnya
  • Hipertensi arterial berat dan tak terkontrol
  • Riwayat resusitasi kardiopulmoner yang berkepanjangan atau traumatik (>2 menit), 
  • Persalinan obstetrik
  • Pungsi pembuluh darah non kompresibel yg belum lama dilakukan
  • Perdarahan retinopati
  • Endokarditis bakterial
  • Perikarditis
  • Pankreatitis akut 
  • Menderita penyakit Gastro Intestinal ulseratif dalam 3 bulan terakhir
  • Aneurisma arterial, malformasi arteri/vena; neoplasma dengan meningkatnya risiko perdarahan; gangguan fungsi hati berat. 
  • Menderita gejala serangan stroke iskemik yang berlangsung >3 jam sebelum pemberian infus atau onset timbulnya gejala tdk diketahui
  • Perbaikan stroke iskemik akut yg cepat atau ringan
  • Kejang pada saat onset stroke
  • Pemberian heparin dalam waktu 48 jam sebelum terjadinya onset stroke dgn peningkatan waktu tromboplastin parsial yg teraktivasi.
  • Jumlah trombosit <100000/mm3; TD >185/>110 mmHg; glukosa darah <50 atau >400 mg/dL. 
  • Tidak diindikasikan untuk mengatasi stroke akut pada kelompok anak & remaja <18 thn atau dewasa >80 thn.
Perhatian
  • Hanya dapat diberikan oleh tenaga yang ahli dan berpengalaman dan memiliki alat yang memadai untuk memonitor penggunaan dan resusitasi (bila terjadi perdarahan). 
  • Oleh karena efek sampingnya yang utama adalah perdarahan, maka petugas harus memperhatikan dengan seksama kemungkinan tindakan, penggunaan alat dan bagian tubuh pasien yang rentan terjadi perdarahan. 
  • Dosis Actilyse >100 mg  jangan diberikan pada pasien dengan infark miokard akut dan emboli pulomonar dan > 90 mg pada pasien dengan strok iskemik akut.
Efek Samping
  • Efek samping utama adalah perdarahan (baik superfisial atau internal pada saluran cerna, saluran urogenital, retroperitoneum, ataupun pada sistem saraf pusat, dan perdarahan pada organ parenkimatosa).
  • Embolisasi kristal kolesterol atau embolisasi trombotik.
  • Mual muntah Ekimosis.
  • Epistaksis 
  • Aritmia reperfusi 
  • Penurunan tekanan darah yang drastis 
  • Peningkatan temperatur tubuh 
  • Reaksi anafilaksis (alergi)
Interaksi Obat
  • Antikoagulan, kumarin , penghambat agregasi platelet heparin dan obat lain yang mempengaruhi koagulasi dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • ACE inhibitor
  • Nitrat (misal : nitrogliserin, isosorbid dinitrat) dapat menurunkan efektivitas alteplase
Kemasan Vial 50 mg
Kategori Kehamilan Kategori C :  Obat hanya dapat diberikan bila manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risiko terhadap janin. Studi pada hewan coba menunjukkan ada efek samping pada janin (efek teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi yang terkontrol pada wanita, ataukah  studi pada wanita dan hewan coba tidak dapat dilakukan.
Kategori ATC B01AD02 - Alteplase
Info Tambahan Bahan aktif dari Actilyse adalah alteplase, aktivator plasminogen jenis jaringan rekombinan. Merupakan glikoprotein yang mengaktifkan secara langsung plasminogen menjadi plasmin.
mekanisme-kerja-alteplase-sebagai-fibrinolisis

Ketika diberikan IV, alteplase masih relatif tidak aktif dalam sistem peredaran darah. Setelah terikat fibrin, barulah alteplase diaktifkan, merangsang konversi plasminogen menjadi plasmin yang selanjutnya mengarah ke penghancuran bekuan fibrin.

ADONA (AC-17) (G)

Produsen Tanabe Indonesia
Komposisi Carbazochrome Na sulfonate
Indikasi
  • Pada kondisi dimaa cenderung terjadi perdarahan oleh karena penurunan resistensi kapiler dan atau meningkatnya permeabilitas kapiler, perdarahan dari kulit, membran mukosa dan organ internal, perdarahan sekitar mata, perdarahan nefrotik dan metroragia.
  • Perdarahan abnormal selama setelah pembedahan oleh karena menurunnya resistensi kapiler.
  • Perdarahan serebral karena hipertensi dan arteriosklerosis
  • Trombositopenia akibat radioterapi
Dosis Dewasa. 30-90 mg/hr terbagi dalam3 dosis atau 1 amp (2ml) SubKutan/IM dosis tunggal harian atau 1 amp (5 ml) sampai 2 amp (10 ml) secara IV / IV drip.
Pemberian obat Per oral , sub kutan, intra muskular dan intravena
Kontraindikasi
Perhatian Hentikan penggunaan bila timbul erupsi kulit, nafsumakan hilangdan dispepsia.
Efek Samping
  • Reaksi hipersensitivitas
  • Nafsu makan berkurang
  • Rasa tidak enak di perut (pada pemberian oral)
Interaksi Obat
Kemasan
  • Tab. 10 mg x 10 x 10
  • Tab Forte. 30 mg x 10 x 10
  • Amp. 10 mg/2 ml x 10, 25 mg/5 ml, 50 mg/10 ml
Kategori Kehamilan
Kategori ATC B02BX02 - Carbazochrome
Info Tambahan
  • Nama kimia : Hydrazinecarboxamide, 2-(1,2,3,6-tetrahydro-3-hydroxy-1-methyl-6-oxo-5H-indol-5-ylidene)
  • Obat ini bekerja dengan cara menyebabkan agregasi dan adhesi dari platelet dalam darah membentuk gumpalan platelet yang dapat memperlambat dan menghentikan aliran darah pada luka terbuka
adona-carbazochrome-na-sulfonate

ACRAN (G)

Produsen Sanbe
Komposisi
    Ranitidine Hcl
Indikasi
  • Ulkus peptik
  • Sindroma Zollinger-elson
  • Gastritis
  • Flatulen
  • Displasia
Dosis
  • Tab/kap. Tukak lambung 150 mg 2 x/hr, Sindroma zollinger-elson 150 mg 2x/hr, pada kasus berat s/d 6 gr/hr
  • Amp/inj. IM 50 mg/2 ml, tiap 6-8 jam, IV bolus/infus intermitten 50 mg/2ml, tiap 6-8 jam
Pemberian obat Diberikan bersama atau tanpa makanan
Kontraindikasi ND
Perhatian ND
Efek Samping ND
Interaksi Obat ND
Kemasan
  • Tab. 150 mg x 3 x 10
  • Kaps. 300 mg x 3 x 10
  • Amp. 2 m
Kategori Kehamilan C
Kategori ATC ND
Info Tambahan ND