| Produsen | GlaxoSmithKline |
| Komposisi | Adsorbed purified surface antigen protein of hepatitis B virus (recombinant) |
| Indikasi | Imunisasi aktif terhadap infeksi virus hepatitis B, dapat digunakan untuk melengkapi vaksinasi primer atau sebagai booster pada subyek yang sebelumnya menerima vaksinasi primer dengan vaksin hepatitis B yang telah direkayasa secara genetik. |
| Dosis |
|
| Pemberian obat |
|
| Kontraindikasi |
|
| Perhatian | Hamil dan laktasi |
| Efek Samping | Reaksi lokal pada tempat penyuntikan, demam, kurang enak badan, sakit kepala, mual, pusing |
| Interaksi Obat | Obat imunosupresan |
| Kemasan | Pre filled syringe 10 mcg/0.5 ml x 1 Vial 20 mcg/ 1ml x 1 |
| Kategori Kehamilan | C |
| Kategori ATC | J07BC01 - hepatitis B, purified antigen |
| Info Tambahan | ENGERIX-B (hepatitis B vaccine (recombinant)) diindikasikan sebagai imunisasi aktif melawan infeksi hepatitis B. Vaksin ini tidak memberi perlindungan terhadap hepatitis A , dan virus hepatitis non A non B lainnya. Untuk infeksi Hepatitis D tidak akan terjadi kalau infeksi hepatitis B tidak ada, sehingga vaksin ini juga dapat mencegah infeksi hepatitis D. Vaksin ini dapat diberikan pada kelompok umur mana saja. Dapat diberikan sebagai vaksin primer maupun sebagai booster. Juga dapat sebagai pelengkap dosis primer maupun sebagai booster pada vaksinasi hepatitis B yang menggunakan vaksin yang berasal dari plasma atau jamur. Pada daerah dengan angka infeksi hepatitis B yang rendah, vaksinasi sangat dianjurkan pada mereka yang berisiko tinggi, seperti petugas kesehatan, pasien RS (yang mendapat transfusi, hemodialisis,dll) Virus hepatitis B menyebabkan infeksi hepatitis yang tergolong berat. Penularan infeksi ini melalui kontak kulit dengan darah, plasma ataupun serum penderita. Selain itu, penularan virus hepatitis B juga dapat melalui kontak permukaan mukosa dan kulit (utuh maupun luka) terhadap cairan tubuh penderita yang lain seperti air liur, sekresi mukosa dan semen. Tidak ada terapi yang spesifik untuk hepatitis. Periode inkubasi sejak terpapar hingga menimbulkan gejala adalah sekitar 6 bulan. Gejala yang muncul bisa sangat kompleks, dari gambaran infeksi akut, hingga kronik dan seringkali membutuhkan perawatan di rumah sakit. Infeksi hepatitis B merupakan salah satu masalah kesehatan dunia yang utama, meskipun insidens dan epidemiologinya bervariasi diantara wilayah geografi dan kelompok populasi yang berbeda. Di Kanada, Amerika Serikat dan Eropa bagian utara, ditemukan angka kejadian sekitar 4-6% dari keseluruhan populasi (sebgaian besar terinfeksi pada kelompok umur dewasa muda). Dari jumlah ini, 5 hingga 10%, menjadi pembawa virus yang menetap (persistent carrier). Di Asia, infeksi hepatitis B sebagian besar pertamakali muncul pada kelompok usia lebih dini dengan angka prevalensi marker hepatitis B mencapai 70% dari populasi. Dari jumlah ini, 20% nya merupakan carrier menetap. Diperkirakan di seluruh dunia, carrier virus hepatitis B mencapai 350 juta orang. Mereka pembawa virus yang menetap ini, berisiko tinggi terkena infeksi hati kronik yang berujung pada sirosis hati dan karsinoma hepatoseluler. Penurunan yang signifikan dari insiden karsinoma hepatoseluler, dapat dicapai melalui vaksinasi hepatitis B pada anak usia 6-14 tahun. Vaksinasi hepatitis B dalam jangka panjang,secara signifikan menurunkan semua risiko terkait hepatitis B, baik infeksi secara langsung maupun komplikasi kronisnya (sirosis dan ca.hepatoseluler). Kandungan lain vaksin ini : Aluminum hydroxide 0.5 mL dan 1.0 mL formulasi bebas thimerosal |
Home
Posts filed under E
Tampilkan postingan dengan label E. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E. Tampilkan semua postingan
ENGERIX-B (G)
ESPROCY (G)
Produsen
|
Nufarindo
|
Komposisi
|
Cyproheptadine
|
Indikasi
|
- Antihistamin untuk
meringankan gejala-gejala alergi seperti : hay fever, urtikaria, pruritus,
dermatitis, neurodermatitis, dermatitis eksamatoid, rinitis dan alergi oleh
gigitan serangga.
- Pengobatan suplemen untuk anoreksia nervosa, migrain dan disfungsi seksual. |
Dosis
|
Untuk
alergi
Dewasa : 1-5
kaplet/hari (4-20 mg/hari dalam dosis terbagi) Dosis harus
diindividualisasikan dan tidak melebihi 0.5 mg/kgBB/hr atau maksimal 32
mg/hari
Anak 2-6 tahun : 2 mg 3x/hari, dosis dapat disesuaikan tergantung respon pasien, maksimal dosis 12 mg/hari.
Anak 7-14 tahun :
4 mg 2-3x/hari, maksimum dosis 16 mg/hari
Untuk
Anorexia nervosa
Secara oral 2 mg
4x/hari, dinaikkan bertahap dalam periode 3 minggu hingga mencapai 8 mg
4x/hari atau total 32 mg/hari.
Untuk
Pasien berusia lanjut
Berikan dosis
secara hati-hati, dimulai dengan dosis yang paling rendah.
|
Pemberian obat
|
Sebelum atau
Sesudah makan.
Dapat diberikan
bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran cerna
|
Kontraindikasi
|
Alergi terhadap
ciproheptadine.
Bayi yang baru
lahir atau prematur.
Menderita Porfiria
Pasien yang sedang
mendapat terapi MAO inhibitor
Pasien dengan
riwayat galukoma sudut tertutup, ulkus peptik stenosing, hipertropi prostat
simptomatik, obstruksi kandung kemih dan obstruksi pyloroduodenal,
|
Perhatian
|
Hati-hati dalam
mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
Hipertensi.
Penyakit
Kardiovaskular,
Hipertiroid.
Peningkatan
Tekanan Intra Okular (bola mata).
Asma bronkial.
Hamil dan menyusui
Anak <14 tahun
Usia lanjut.
|
Efek Samping
|
Mengantuk, mulut
kering, pusing dan mual, gangguan koordinasi, eksitasi, insomnia, konvlusi,
halusinasi, histeri, muntah, diare, retensi urin, konstipasi, sakit kepala,
anoreksia, gangguan penglihatan
|
Interaksi Obat
|
Pemberian
bersama-sama alkohol atau depresan SSP dapat memperkuat efek mengantuk. MAOI
dapat meningkatkan/memperpanjang efek antikolinergik
|
Kemasan
|
Kaplet 4 mg x 10 x
10
|
Kategori Kehamilan
|
B
|
Kategori ATC
|
R06AX02 Cyproheptadine
|
Info Tambahan
|
Obat ini
mengandung zat aktif cyproheptadine. Cyproheptadine merupakan obat golongan
antihistamin generasi pertama yang secara struktur kimia dan farmakologi
menyerupai azatadine. Obat ini digunakan terutama untuk mengatasi reaksi
alergi seperti hay fever, rinitis alergi, rinitis vasomotor, dll. Selain untuk mengatasi alergi,cyproheptadine dapat digunakan untuk manajemen sindroma cushing sekunder akibat gangguan pada hipofisis; disfungsi seksual akibat penggunaan obat anti depresan atau obat antipsikotik; anoreksia nervosa dengan cara menaikkan nafsu makan dan menambah berat badan; Sakit kepala terutama tipe vaskular seperti migraine. Oleh karena efek antihistaminnya, gunakan secara hati-hati pada penderita dengan riwayat peningkatan tekanan bola mata, gangguan pernafasan, hipertiroid dan penyakit kardiovaskular. Pada kondisi asma, anti histamin tidak direkomendasikan terutama yang pernah mendapat pemburukan kondisi saluran bronkopulmonal yang diinduksi antihistamin. Overdosis cyproheptadine seringkali ditemui pada pasien anak dan balita dengan gejala seperti halusinasi, delirium, tremor, depresi sistem saraf pusat, kejang-kejang, henti nafas dan jantung sampai kematian. |
Langganan:
Postingan (Atom)

